TUGAS
MERESUME
Disusun guna memenuhi tugas mata
kuliah
TEORI PEMBELAJARAN
Dosen
pengampu: Wahidin M.Ag.
![]() |
Disusun oleh:
NAMA
: FREDITA ANJARSARI
NIM
: 11111037
JUDUL
BUKU : MELATIH ANAK
BERPIKIR SEPERTI JENIUS
(Menemukan dan
mengembangkan bakat yang ada pada setiap anak)
Pengarang
: Bernadette Tynan
Penerbit
: PT Gramedia Pustaka Utama
Kota/tahun terbit
: Jakarta, 2005
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA
2013
A. Jenius Membakar Mitos
Bukankah Jenius itu
diturunkan? Mitos bahwa fakta genetis adalah kunci yang menentukan masa depan
kita sepenuhnya besandar pada teori bahwa kecerdasan dan kemampuan otak kita
telah ditentukan sejak lahir. Tapi kenyataanya bukan seperti itu. Berikut ini
penjelasannya:
“ Yang “ terlambat dan “ yang cepat ”
Pada awal abad 20,
psikologi merupakan bidang ilmu baru, tapi dengan cepat mengusung perdebatan
yang lebih luas tentang kemampuan manusia. Dalam Psikologi mengenalkan metode
pengujian guna mendefinisikan dan mengukur kecerdasan manusia. Bila seorang
manusia menjalani tes, hasil yang di dapat( berupa nilai)akan menjadi ukuran
kecerdasannya dan terpatok pada angka tersebut seumur hidupnya. Gagasan ini
dengan cepat menguap. Pada kenyataan, ketika seseorang menjalani beberapa
kali tes dalam rentang waktu yang cukup jauh, nilai yang didapat pun akan
berbeda.nilai-nilai tersebut tidak hanya berbeda, tapi secara nyata menunjukkan
peningkatan, ada orang-orang yang mengalami peningkatan yang lebih cepat pada
tahun- tahun pertama sekolah, tapi da pula yang mengalami keterlambatan. Coba
anda ingat, pasti da teman-teman sekolah anda dulu yang selalu tertinggal dalam
urusan nilai,tapi justru dia meraih keberhasilan setelah mereka lulus. Kita
sering mendengar kisah para pakar yang dikeluarkan dari sekolah dan menjadi
meliuner saat teman sekolahnya masih sibuk belajar diperguruan tinggi. Tidak
ada satu pun dari kita berkembang pada saat bersamaan, dan sulit menentukan
batas kemampuan seseoarng dalam hidupnya.
Dasar-dasar yang mendukung para jenius
1) Orang tua yang yakin
atas kemampuan anak-anaknya dan mendukung mereka;
2) Kemampuan individu,
dalam berbagai bidang;
3) Kesmpatan mengembangkan
bakat dan talenta;
4) Tidak adanya batas untuk
mengembangkan kemampuan;
5) Kemampuan adalah yang
utama, bukan usia;
6) Penenmuan,pengakuan,dan
penghargaanorang lain terhadap kemampuan mereka.
Jadi,kecerdasan itu
tidak terpatoksejak lahir,gen yang kita warisi memang terbatas, tetapi
kemampuan otak untuk berkembang tidak terbatas.lingkungan sangat berpengaruh
untuk merangasang pertumbuhan otak. Lingkungan yang baik sangat penting untuk
anak-anak kita, seperti juga untuk Einstein,da Vinci, dan Mozart.parajenius
memulai hidup dengan cara yang sama,mereka memilki orang tua yang mendukung
perkembangan bakat dan talenta diri mereka.sejarah menunjukkan bahwa seorang
dianggap jenius bila orang lain mengatakannya.Artinya harus ada dua orang yang
untuk mencetak seorang yang jenius, seseorang dengan gagasan-gagasan cemerlang
dan orang lain yang menemukan, mengakui, dan meyakini kemampuannya. Teknologi
komunikasi global sekarang memperbesar kesempatan anak-anak kita mengungkapkan
gagasan dan bakat mereka kepada dunia luas.sekaranglah saatnya menemukan dan
mengembangkan bakat mereka.
B. Menemukan Bakat Anak
Anda
Saat ini bila kita
mendengar kata “ujian “ maka para orangtua dan anak-anak langsung bermandikan
keringat dingin karena begitu tegangnya.kita sering melihat anak-anak menjalani
pendidikan formal dan bahkan telah dimulai sejak tahun pertama mereka
bersekolah.Sejak kapan pun ujian-ujian berkala serta strukturisasi pendidikan
menurut usia dalam system pendidikan missal, penerapannya membawa kita kepada
dua hal:
1. Menjadikan pendidikan
sebagai pusat pendidikan dan pembelajara;
2. Menciptakan batas usia
buatan terhadap kemampuan diri anak-anak.
Teori bahwa kemampuan
belajar seorang anak tergantung kepada usia adalah hal baru dalam sejarah. Bila
kita berbalik ke zaman pertengahan maka kita kan melihat orang-orang yag
memiliki pemikiran berbeda terhadap hubungan usia dan kemampuan.seperti halnya
Elizabeth 1 adalah seorang ratu yang paling terkenal dan paling berjaya dalam
sejarah Eropa. Ia seorang filusuf, sejarawan, politikus, dan mampu berbicara
dalam banyak bahasasebelum ia beranjak dewasa.sejarah membiktikan bahwa
anak-anak dahulu pun memiliki kemampuan yang sama dengan anak-anak sekarang.
IQ itu tidak sama
dengan kemampuan.tes IQ hanyalah salah satu cara kuantitatif dalm mengukur
kemampuan anak.orang-orang yang ber-IQ tinggi mungkin memiliki atau tidak
memiliki sejarah pendidikan formal dan mereka dapat berada dalam berbagai
kehidupan, bahkan diluar pendidikan formal.di abad 20, profesor Haward Gardner
dari Harvard Graduate School of Education mempertanyakan teori bahwa ada satu
macam kecerdasan yang dapat diukur lewat tes IQ. Teori kecerdasan Ganda
(multiple Intelligence )dari gardner menyatakan bahwa setidaknya ada
tujuh macam kecerdan manusia, mulai dari matematis/logis hingga kinestis(
kemampuan dalam mengatur dan mengkoordinasi daya motorik tubuh ).disamping
IQ yang tinggi,kepribadian, kesehatan, kreativitas diri, dan faktor
lingkungan juga perperan dalam menentukan keberhasilan seseorang. Ber-IQ tinggi
bukan berarti selalu berhasildalm bidangnya dan IQ tinggi juga tidak
menghalangi seseorang untuk berhasil dalam berbagai bidang.
Tidak ada ujian yang
dapat mengukur seluruh tingkat kemampuan anak-anak baik ujian resmi ataupun
bukan resmi.ujian kecerdasan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk,
beberapa uji kecerdasan lebih bebas-budaya daripada yang lainnya. Bebas-budaya
berarti soal ujian tidak mengarah kepada pengetahuan budaya tertentudan lebih
memusatkan pada kemandirian berpikir untuk memecahkan masalah-masalah
abstrak.penting mengarahkan semua ujian agar tetap bertujuan menemukan bakat
anak.
v Bakat Anak Anda
Bakat diri anak-anak
berwarna-warni bagai pelangi: tidak ada yang dapat melihat dimana ujungnya,tapi
selalu muncul dan bersinar. Setiap anak memiliki kepribadian dan caranya
sendiri dalam menunjukkan bakat mereka. Artinya ada bakat anak yang tidak
tampak jelas karena si anak sengaja memendamnya. Ada anak yang dengan gembira
menunjukkan kemampuan mereka. Oleh sebab itu, bab ini akan menunjukkan
cara-cara menemukan bakat anak anda.
Pada pertengahan abad
20, sekolah diseluruh dunia mengembangkan perhatian kepada bakat dan talenta.
Tapi makna dari “ berbakat “ dan “ bertalenta “berbeda-beda sesuai dengan
daerah kebudayaan dimana Anda tinggal. Di beberapa Negara contohnya,berbakat
berarti anak yang memiliki prestasi akademis yang bagus, berhubungan dengan
kemampuan seni rupa, music, atau olahraga.selain bakat dan talenta seorang anak
bisa mengembangkannya dengan kreativitas mereka masing-masing.
Istilah kreativitas
dapat digunakan dalam dua cara.pertama adalah kreativitas sebagai kemampuan
mental untuk berpikir kreatif. Kedua adalah kreativitas sebagai energi yang
bekerja dalam pikiran kita. Ketika seorang mengembangkan gagasan usaha baru,
mencipta lagu, melukis, atau merancang sesuatu yang baru dan inovatif, kita
dapat melihat energy tersebut. Kreativitas berda dalam imajinasi dan kemampuan
diri seseorang. Siapa pun yang mahuengaku mengetahui banyak tentang kreativitas
kemungkinan tidak mengerti apa yang mereka bicarakan atau memang sengaja
membutuhkan Anda dengan teori-teori.kita tidak akan pernah bisa menjelaskan
bagaimana kreativitas dalam diri kita ada.
v Menemukan Kreativitas
yang Terpendam
Pada tahun 2002, di
Centre for the Mind di Sydney, Australia, profesor Elaine Mulcahy dan Allan
Snyder memimpin sebuah eksperiment untuk melihat apa yang terjadi dengan
kreativitas manusia ketika otak mereka dirangsang dengan magnet. Orang dewasa
yang menjadi subjek dalam penelitian ini semua memiliki fisik dan mental yang
baik tanpa melihat kemampuan khusus masing-masing. Hasilnya sungguh
mengagumkan. Setelah dipengaruhi medan magnet selama beberapa saat tidak lebih dari
15 menit otak menunjukkan kemampuan artistik yang luar biasa, membuat gambar
dengan talenta yang besar. Penemuan ini menyimpulkan bahwa pengaruh magnet yang
sedemikisn rupa telah membuka kreativitas tersembunyi dalam otak. Meski belum
diketahui secara pasti bagaimana dan mengapa hal tersebut dapat terjadi, tapi
eksperimen mereka menunjukkan bahwa setiap otak manusia memilki daya kreatif
luar biasa tanpa disadari oleh individu yang bersangkutan.
Kreatif, seperti
imajinasi dan kemampuan individual, adalah suatu bentuk lain yang menantang
pengukuran tetapi yang kita tahu sangat menonjol dalam karya-karya Mozart, da
Vinci dan Einstein. Taka ada pencapaian mereka yang sama, dan mereka
masing-masing mengeksplorasi minat-minat yang berbeda. Tetapi yang menyatukan
mereka adalah bahwa mereka masing-masing menemukan cara sendiri untuk mengolah
kretivitas mereka masing-masing dan membuat mereka berhasil.
Anak-anak kita merupakan
perpaduan kepribadian, emosi, talenta, gagasan, dan kreativitas yang
menyebabkan bakat mereka tidak terlihat dengan mudah. Belum lagi jika ditambah
pengaruh hormon ketika anak-anak akil balik, maka bakat mereka akan semakin
terkubur oleh rasa minder akibat perubahan fisik-wajah berjerawat, bentuk
rembut yang berantakan perubahan suara dan sebagainya.
Kejeniusan dan Anak-anak yang Memerlukan
Pendidikan Khusus
1. Disleksia
Hubungan anatara dileksia (kesulitan mengartikan
huruf, kata, atau symbol lainnya ) dan kejeniusan masih terus diteliti, tapi
jelas disleksia tidak menghalangi anak menjadi seorang jenius.Leonardo da
Vinci, misalnya, kita tidak mengetahui secara pasti apakah ia menderita
disleksia, tapi dari bentuk huruf-huruf yang terbalik dalm karya-karyanya
terlihat tanda-tanda bahwa ia menderita disleksia. Meski demikian, disleksia tidak
menghalanginya mengeluarkan gagasan-gagasan cemerlang. Bahkan beberapa peneliti
menyatakan bahwa disleksia adalah faktor yang mendorong da Vinci menuangkan
idenya dalam bentuk rupa yang sangat rinci.
2. Autisme
Autism adalah kelainan mental yang menyebabkan
kesulitan berkomunikasi menggunakan bahasa dan konsep-konsep abstrak dengan
orang lain. Autisme memilki beragam kondisi dan salah satunya adalah yang kita
kenal dengan sebutan kelainan kemampuan (islets of ability). Usaha
menggunakan kreativitas tingkat tinggi di tengah kesulitan untuk bergaul dengan
orang sekitarnya membuat keadaan autism tetap membingungkan. Peneliti terakhir
menemukan bahwa jenius dan autisme bukan dua keadaan yang saling menentukan.
Petunjuk tentang anak-anak yung memerlukan pendidikan khusus disini memang
sangat terbatas. Bagaimanapun, inti bahasan ini adalah: sementara penelitian
masih terus berjalan, jelas ada kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara
kejeniusan dan anak-anak yang memerlukan pendidikan khusus.
Banyak gejala yang dapat menunjukkan kreativitas
dan cara berpikir anak-anak tidak sesuai dengan tantangannya yang mereka
dapatkan. Pendidikan khusus dan kejeniusan tidak saling menentukan. Definisi
bakat serta talenta itu jelas tapi kemampuan anak-anak tidak. Setiap anak lahir
dengan tiga kemampuan alami yang membuat mereka mampu berpikir, belajar, dan
mengembangkan cara berpikir dan belajar sendiri.
C. Bagaimana Berpikir
Seperti Seorang Jenius
Istilah yang digunakan
untuk menunjukkan proses mental dalam “berpikir tentang berpikir “adalah
metakognisi (metaconition). Kata tersebut berasal dari kata latin dan yunani
yang berarti: meta: perubahan + cognition: mengetahui.Para pemikir besar
menggunakan kekuatan Metakognisi ketika menyusun gagasan-gagasan besar mereka.
Oleh sebab itu mereka menjadi pemikir-pemikir yang efektif. Secara sederhana,
metakognisi adalah kemampuan alami untuk menyesuaikan dan memutar pikiran
sedangkan pemecahan masalah adalah mempelajari cara menerapkan kegiatan mental
tersebut secara sadar dalam situasi khusus.
Pada zaman yunani kuno,
berpikir telah disadari sebagai bagian penting dari proses belajar. Pangeran
dan putrid bangsawan di abad pertengahan memiliki pembimbing yang mengajari
mereka filsafat dan cara berpikir kritis. Bertahun-tahun kemudian,belajar
berpikir terdesak oleh penerapan system pendidikan missal yang menekankan
pengumpulan dan ujian.secara bertahap pemerintah menggunakan system pendidikan
missal dan mereka tidak mempunyai pilihan.tapi sekarang ekonomi pengetahuan
global tidak hanya mementingkan pengetahuan melainkan juga proses berpikir
anak-anak secara alami, sama seperti ketika mengajarkan mereka menggosok gigi.
Mengapa “ pertanyaan mengapa “ itu bagus!
Bertanya adalah tindakan
yang menjadikan anak sangat cerdas dan mereka melakukannya di waktu dan tempat
yang tak terduga. Saya menyebut anak-anak kecil karena ketika mereka memasuki
usia menjelang remaja maka ”pertanyaan mengapa” lebih mengarah ke tindakan
meminta. Pertanyaan mengapa melibatkan anak-anak dalam aktivitas pemikiran
seperti :
1) Keinginan untuk
mengetahui hal-ahal baru
2) Mengembangkan kemampuan
metakognitif alami
3) Memperkuat logika dan
hubungan sebab akibat
4) Memberi kesempatan anak
belajar mengeluarkan pemikiran dan gagasan mereka sendiri
D. Pemecahan Masalah
Berpikir Lebih Cerdas
Pemechan masalah adalah
kemampuan alamiah manusia dan kita semua pasti melakukannya.para pemikiran
besar memaksimalkan kemampuan tersebut.istilah ”Pemecahan Masalah” mungkin
terlalu membingungkan anak-anak diganti dengan “Penemuan Solusi”.disini
contohnya misalnya yaitu seorang anak yang Belajar bersepeda dan mengerjakan
ujian adalah hal yang sama yakni mencoba mencari Solusinya.anak-anak berhasil
mengendarai sepeda karena mereka mengetahui tujuannya,sedangkan anak-anak dapat
menjawab soal-soal pemecahan masalah dalam ujian dan tes IQ jika mereka
mengetahui tujuannya yakni mencari hubungan antar petunjuk.trik jenius
diberikan agar anak anda menemukan dan memahami hubungan-hubungan yang terjalin
antar petunjuk. Anak-anak dapat menggunakan apa yang telah mereka pelajari
dalam buku ini seumur hidupnya,masalah dapat dipecahkan dan penemuan solusi itu
menyenangkan,jka anada mengetahui caranya.
Melatih otot-otot
pikiran anak-anak melalui kegiatan pemecahan masalah akan menajamkan kemampuan
berpikir alamiah mereka.tapi semua masalah yang anda baca dan yang anak-anak
kerjakan pada pembahasan ini terbatas pada soal-soal ”tertutup”. Artinya,
jawaban-jawaban masalah tersebut telah diatur dan hanya memiliki satu solusi. Ketika
seorang menciptakan sebuah terobosan guna mempermudah masalah dalam kehidupan
sehari-hari, kita menyebutnya jenius. Mereka dapt menemukan solusi yang sangat
cemerlang yaitu dengan menggunakan kemampuan alamiah lain yang juga dimiliki
oleh anak-anak.
E. Lepas Landas Membuka
Kreativitas
Pola pikir seperti apa
yang terbentuk saat kita berpikir kreatif? Semua masalah yang dipecahkan anak
anda telah diatur sehingga memiliki kemungkinan solusi terbatas. Mereka juga
menggunakan beberapa aspek dari berpikir kreatif,tapi setelah mempelajari
tri-trik untuk memecahkan masalah, mereka tidak perlu berpikir kreatif.
Berpikir kreatif memancing anak-anak dalam :
1) Berpikir kritis
2) Menggunakan pengetahuan
yang telah dimiliki
3) Menjelajahi cara berpikir
yang baru
Berpikir kreatif adalah
hal yang kita lakukan secara alami,tetapi meyakini gagasan kita bukan hal yang
alami.trik jenius itu merupakan meyakini gagasan-gagasan kita. Kita dapat
mengajarkan anak-anak cara menggunakan kemampuan berpikir kritis dan kreatif
serta meyakini gagasan-gagasan mereka. Karena pola pikir yang kreatif muncul
ketika sebuah penemuan atau ciptaan baru yang telah dibuat.seseorang memikirkan
gagasan,mencoba gagasan tersebt, berpikir kritis dan memperbaiki gagasan
tersebut hingga ia mendapatkan hasil yang terbaik yang diinginkan. Ini bukan
pola pikir baru, ini adalah roda kreatifvitas yang dulu digunakan untuk
menciptakan teknologi roda.
Dalam bab ini yang perlu diingat yaitu setiap
perbincangan sebelum tidur dapat membawa anak-anak ke tingkat pemikiran yang
lebih tinggi ketika anak memutuskan suatu masalah untuk menggunakan pola pikir
yang baru. Dengan begitu Anda nanti akan merasakan keuntungannya.
F. Otak Kita yang Ajaib
Begitu seorang anak
mulai berjalan berkeliling rumah, mereka akan melihat dan terpakau oleh
“keajaiban” teknologi yang mereka temui seperti televisi, komputer, mesin cuci,
telepon seluler, dan lainnya.karena bakat anak yang terbaik adalah Otak mereka.
Otak kiri itu berkaitan dengan Gerak.tahap demi tahap melakukan gerak logis
atau mekanis. Sedangkan Otak kanan itu berkaitan dengan Gambar dan Imajinasi.
Melukiskan dunia kita dengan menggunakan gambar-gambar daripada kata-kata.
Anak-anak tidak peduli
dengan kesibukan mereka jika telah mengetahui cara kerja otak. Untuk
mempertajam dan mengembangkan kemampuan,mereka mengetahui cara kerja otak.
Setelah seorang anak mengetahui cra kerja otak mereka,mereka dapat menggunakan
pengetahuan tersebut untuk membantu proses belajar mereka. Meski otak terbagi
menjadi hemisfer kiri dan kanan tapi bagian kedua tersebut tetap terhubung oleh
jalan raya super yang mengalirkan informasi dua arah.dalam sebuah studi terkini
untuk meneliti apa penyebab beberapa anak memilki kemampuan yang sangat baik
dalam pemecahan masalah, ditemukan bahwa mereka mengunakan kedua hemisfer otak.
hubungan yang baik anatara otak kanan dan otak kiri membat mereka mampu belajar
dengan sangat baik. Bilamana manusia hanya menggunakan salah satu hemisfer
otaknya dalam berkarya itu salah besar. Karena kerja otak tidak seimbang dan
tidak dapat bekerja secara maksimal. System limbic dalam otak menggabungkan
emosi dengan pemikiran rasional.
G. Makanan Bagi Otak
Duduklah pada kursi
bersandaran nyaman bagi punggung Anda. Jejakkan kaki pada lantai. Rapatkan kedua
lutut dan kaki Anda. Tegakkan punggung anda sejajar dengan kursi.
Tempatkan lengan serapat mungkin disisi tubuh dan peganglah pinggiran
kursi(tidak perlu kencang, cukup pegang dengan kencang). Duduklah senyamamn
mungkin, rapatkan kaki dan lutut serta pegang erat sisi kursi. Hitung hingga 10
detik hingga rileks, tarik napas dalam-dalam kemudian keluarkan perlahan-lahan.
Sekarang minumlah air dalam gelas di depan Anda. Jangan terlalu banyak,cukup
seteguk saja. Raihlah pensil dan kertas, gunakan yang tidak bisa anda gunakan
untuk menulis. Coba tulis nama anda setelah berhasil anda boleh menhabiskan
minuman anda.
DHA adalah Asam lemak
Omega-3 yang diyakini oleh para ilmuan dapat membantu system komunikasi bekerja
dengan baik. Otak terdiri dari 60% lemak sehingga asam lemak memilki peran
penting dalam menjadi fungsi otak. Olahraga tidak hanya bagus untuk membentuk
tubuh tapi juga membantu merangsang otak kita. Tahun 1990-an para peneliti di
Amerika Serikat melakukan percobaan untuk melihat apakah music gubahan Mozart
dapat membantu orang meningkatkan nilai tes kemampuan mereka. Percobaan itu
berhasil dan terbukti benar. Kita dapat membangunkan otak yang mengantuk dengan
olahraga “cuci otak” . cuci otak adalah olahraga mental dan fisik secara
diam-diam yang dapat selagi Anda duduk. Cara tersebut melibatkan otot-otot
utama dan belahan otak kiri atau kanan untuk memberikan tenaga tambahan ke
otak. Apapun Artinya, belajar adalah pekerjaan alami otak kita. Belajar adalah
proses yang sangat mandiri dan melibatkan seluruh indra. Dalam dunia komunikasi
visual tingkat tinggi yang kita temui sekarang, wajar jika anak-anak menganggap
tubuh yang indah adalag jalan tercepat menuju kepopuleran dan kekayaan.
H. Thumb Print Learning
(Prosoes Belajar Seunik Sidik Jari)
Belajar seperti seorang
yang jenius,dan berkreativitas, semuanya digunakn oleh Mozart, Einstein,dan da
Vinci. Mereka menemukan sebuah cara belajar yang dapat meningkatkan kemampuan
alami mereka untuk mempertanyakan sesuatu dan berpikir kreatif. Disamping itu
juga gunakan teori belajar otak. Setelah mereka mengerjakan semua kegiatan,
anak-anak akan menemukan bahwa otak mereka sangat cemerlang dan otak
belajar menggunakan kemampuan-kemampuan alami berikut:
1) Emotion (emosi) :
belajar dengan kesenangan adalah cara yang efektif ;
2) Multi-senses
(multi-indra) :otak kita menggunakan lima Indra untuk belajar ;
3) Curiosity
(keingintahuan) :mempertanyakan sesuatu ;
4) Creativity (kreatif)
:gagasan dan imajinasi.
Pada awalnya, anak-anak akan menemukan
kemampua-kemampuan belajar alami tersebut secara terpisah. Sekarang mereka akan
memiliki kesempatanuntuk melihat cara kerja proses belajar cerdas. Mereka kan
melihat bagaimana merekamenggunakan semua kemampuan alami secra bersamaan,
proses belajar dapat sanaga efektif dan menyenangka.
Teori-teori belajar anak
yang ada saat ini memusatkan perhatian pada pengumpulan pengetatahuan, bukan
pada penciptaan pengetahuan. Secara alami semua anak mempunyai kemampuan
berpikir dan belajar, dan pada saat yang sama mereka juga akan memiliki bakat
diri.
Analisis
Kelebihan buku ini dilihat dari segi isinya
yaitu buku ini sangat cocok sekali digunakan untuk melatih dan mengembangkan
bakat yang ada pada anak. Disamping itu melatih kreativitas alami mereka.karena
bakat setiap anak itu berbeda namun masing-masing memiliki keunikan
sendiri-sendiri. Orangtua harus melatih anak mereka berfikir cerdas dan kreatif
serta dapat mengungkap gagasan mereka.
Kekurang buku ini dilihat dari segi isinya yaitu
didalamnya banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dan materinya hanya sedikit
saja.disamping itu pembahasanya kurang detail.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar